Mbah Maridjan dan Kearifan Lokal

Beberapa tahun yang lalu saat menjalani masa orientasi menjadi anggota Pecinta Alam di SMA, saya mulai kenal nama Mbah Maridjan. Karena memang tempat orientasi adalah di seputaran Kinahrejo tempat Mbah tinggal dan Bebeng. Waktu itu bayangan saya Mbah adalah sosok yang sangat seram. Ternyata setelah tahu beliau seperti penduduk kebanyakan, sederhana dan santun, terbuka menerima siapa saja yang berkunjung kesana.

Setiap Merapi mengalami perubahan status lebih “gawat” nama Mbah Maridjan menjadi banyak disebut. Bukan hanya karena “jabatannya” sebagai juru kunci Merapi tetapi juga sikapnya yang kontroversial. Misal manakala semua penduduk diperintahkan untuk menjauhi merapi justru ia naik ke Merapi. Manakala penduduk mengungsi beliau memilih bertahan di rumah sambil berdoa. Nampaknya bagi beliau Wedhus Gembel atau awan panas bukanlah hal yang perlu ditakuti.

Mbah Maridjan merupakan sosok orang yang sangat cinta dengan alam dan lingkungan. Ada ungkapannya yang menarik bahwa Merapi saat ini sedang membangun karena banyak dirusak oleh manusia, hutan ditebang, pasir diambil sengan semena-mena. Jadi Merapi tidak perlu dikhawatirkan. Bagi saya benar bahwa kerusakan di lereng Merapi sagatlah luar biasa. Jika kita memasuki kawasan Jurang Jero di Kabupaten Magelang dan beberapa lokasi penambangan pasir lainnya, tentu kita akan geleng-geleng kepala melihat kerusakan alam yang begitu dahsyat. Yang ironis lagi para penambang sebagian adalah penduduk lokal tetapi para pemodal yang memperoleh untung besar bukanlah penduduk lokal.

Mbah Maridjan hanyalah satu dari sebagian kecil manusia yang sangat mendambakan keseimbangan alam dan ekosistem. Kedekatan mereka dengan linkungan merapi menumbuhkan Kearifan lokal. Betapa alam tidak boleh dirusak jika tidak ingin kita sendiri yang sengsara. Betapa penting menjaga keseimbangan alam. Boleh mengambil manfaat dari alam tetapi secukupnya saja, tidak perlu berlebihan. Bukankah Kitab Suci juga mengatakan boleh makan dan minum yang halal tetapi jangan berlebihan. Memang perlu sebuah kearifan dalam mengambil kekayaan alam. Jangan sampai kerusakan terjadi karena keserakahan kita. Semoga engkau selalu diberi keselamatan Mbah….!!!!

2 Responses to “Mbah Maridjan dan Kearifan Lokal”

  1. waton says:

    Hemm…..apa ada hubungannya Mbah Maridjan sama aktivitas merapi..???

  2. Cara Wakelin says:

    trik…

    Interesting post. I came across this blog by accident, but it was a good accident. I have now bookmarked your blog for future use. Best wishes. Cara Wakelin….

Leave a Reply

You must be Logged in to post comment.

© 2014 tukangsapu.web.id |Knowledge Sharing. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.