Mengubah Tradisi Dengan Ibadah Ramadhan

Ramadhan tahun ini Kembali bersama kita, Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan yang penuh berkah, penuh maghfirah dan bulan penuh kemuliaan.   Banyak makna penting sesungguhnya yang bisa kita petik dari ritual ramadhan. Salah satunya adalah tradisi atau kebiasaan berbuat kebajikan. Bagi setiap orang tradisi atau kebiasaan adalah sesuatu yang sudah mendarah daging dan dilakukan hampir dalam waktu yang lama dan terus menerus  secara spontan.Tradisi biasanya sulit untuk diubah dalam waktu yang singkat karena proses pembentukannya sendiri memerlukan waktu yang lama. Karena itu untuk mengubah sebuah tradisi diperlukan keseriusan,ketekunan dan pengulangan tindakan baru secara konsisten menurut aturan-aturan tertentu. Karena itu di bulan Ramadhan banyak sekali amalan-amalan yang dituntunkan kepada umat islam untuk melatih ruhani manusia.

Ibadah di bulan Ramadhan pada dasarnya bisa difahami sebagai latihan mentradisikan perbuatan kebajikan.Sebagai contoh,dalam bulan ramadhan kita dianjurkan untuk tidak berkata-kata kotor selama berpuasa. Meskipun di luar bulan ramadhan sebenarnya juga dilarang berbuat seperti itu, tetapi di bulan ramadhan ada punishment dan penekanan  lebih jika itu dilanggar yaitu dengan tidak diterimanya amalan puasa orang tersebut atau sekedar mendapatkan lapar dan dahaga. Selain itu ada reward lebih bagi orang yang berbuat kebajikan di bulan ramadhan yaitu dilipatgandakannya pahala ibadah ramadhan. Ada serangkaian aturan dan juga iming-iming agar kita konsisten dalam proses berubah dengan melaksanakan ritual-ritual di dalamnya. Analogi yang sering dikemukakan adalah proses seekor ulat yang mengubah kebiasaan diri, rakus memakan daun-daunan dan banyak orang jijik melihatnya. Tetapi setelah berpuasa dari memakan daun-daunan selama jangka waktu tertentu akhirnya berubah menjadi kupu-kupu cantik yang banyak orang suka dengan penampilannya.

Seorang yang memiliki karakter dan pribadi yang baik salah satunya memiliki kebiasan dan tradisi yang baik. Misal seorang yang pandai , pasti ia memiliki kebiasaan belajar dan mencari tahu segala macam ilmu. Kepandaian seseorang bisa didapat jika ia punya pengalaman dan punya pengetahuan yang didapat melalui proses yang panjang. Seorang yang dermawan tentu akan dinilai demikian karena ia memiliki kebiasaan berderma. Jika hanya satu atau dua kali tentu orang belum akan menilai demikian, atau berderma karena kampanye politik, tentu penilaian orang akan lain. Ada satu pendapat bahwa seseorang bisa mengubah kebiasaannya jika ia melakukan suatu kegiatan secara konsisten dan terus menerus lebih dari 21 kali. Jadi di bulan ramadhan ini sangat cukup bagi kita untuk mampu mengubah diri kira menjadi lebih baik. Taqwa sebagai tujuan akhir puasa merupakan sekumpulan kualitas pribadi yang itu semua bisa terkumpul dalam diri seseorang jika ia konsisten melatih diri untuk mendapatkan kualitas tersebut.

Beranjak dari satu kondisi mapan (status quo) memang bukan hal yang mudah. Dalam kondisi yang mapan kita merasa nyaman di dalamnya seolah-olah kita akan selamanya demikian. Padahal kenyataan objektif sekitar kita terkadang menuntut kita untuk selalu berubah mengikuti perkembangan jaman. Kadang kita merasa apa yang ada dalam pikiran kita, yang ada dalam keyakinan kita adalah mutlak benar tanpa senantiasa kita mengupgrade pemahaman, mengupdate informasi dari sekitar kita. Alfin Tofler mengatakan bahwa kehidupan kita akan memasuki dunia yang seolah-olah kita berada dalam roda besar yang berputar dengan sangat kencang. Agar kita bisa bertahan dalam posisi yang baik maka kita juga harus mengimbanginya dengan bergerak dengan cepat pula.Kalau kita berhenti atau lambat dalam bergerak maka kita akan terpelanting dari kehidupan ini. Ini artinya kita harus siap untuk berubah. Masih ada waktu bagi kita untuk membenahi diri mengubah tradisi dari wilayah-wilayah mapan kehidupan. Jika semakin hari di bulan ramadhan ini kita semakin nyaman dalam berbuat ibadah dan kebajikan maka sesungguhnya latihan kita mendekati keberhasilan. Tetapi jika semakin turun stamina atau masih fluktuatif berarti masih perlu kita evaluasi.

7 Responses to “Mengubah Tradisi Dengan Ibadah Ramadhan”

  1. krakal says:

    iya pakdhe, bener

  2. ono says:

    Jadi kapan mudik nya nih, pasti seru cerita pulkamnya.

  3. genthokelir says:

    Dengan Rasa hormat dan kerendahan hati serta penuh harapan untuk memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
    tak lupa pula memohon doa

    Segenap Keluarga Gunungkelir.com mengucapkan selamat Idul Fitri

  4. krakal says:

    piye lik , ra tau update

    tukang Reply:

    Iya Je Pakde, Belum Sempat. Thanks supportnya.

  5. robienbonk says:

    tetep semangat om…….
    dari sobatmu yang lama terlupakan………

Leave a Reply

You must be Logged in to post comment.

© 2014 tukangsapu.web.id |Knowledge Sharing. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.