Menemukan “Wangsit”

lampSeringkali kita mengalami situasi jumud, stagnan, tidak bisa berfikir apa-apa tidak tahu harus berbuat apa, segalanya buntu seolah tidak ada jalan keluar dari suatu keadaan atau masalah. Dalam situasi seperti ini kita mengharapkan adanya sebuah lampu ajaib atau cahaya yang muncul di atas kepala kita, hingga kita terbebas dari kebuntuan. Dalam terminlogi “klenik”, inilah yang disebut wangsit. Sesuatu yang muncul secara begitu saja melalui media mimpi atau media meditasi dan ritual tertentu. Dalam terminologi ilmu kondisi seperti ini konon disebut Momentum Aha atau Eureka Archimedes.

Ketika kita tiba-tiba menemukan jalan keluar, reaksi spontan dengan teriakan “Aha”, adalah yang seringkali kita lakukan. Karena itu situasi semacam ini disebut dengan Momentum Aha. Moment dimana ada sesercah sinar terang dalam pikiran kita. Kita jadi lebih memiliki semangat dan harapan baru. Serasa terbebas dari sesuatu yang gelap dan buntu. Hal inilah yang dialami Oleh Archimedes pada saat menemukan teori berat jenis, saat dia asyik berendam tiba-tiba muncul pikiran itu dan meneriakkan “eureka” sambil melompat sampai lupa bahwa ia sedang tidak berpakaian. Dengan meditasi dan ritual tertentu orang berusaha mencari wangsit (Momentum Aha) ketika menghadapi masalah. Semakin sering kita mendapati monemtum “aha” dalam hidup kita semakin kita memiliki semangat dan harapan besar dalam hidup.

Lantas bagaimana kita bisa menemukan moment tersebut. Berdasarkan beberapa pandangan ahli, banyak cara bisa dilakukan untuk menemukan momentum tersebut. Ada yang bisa menemukan ide kreatif dalam situasi keramaian dan ada yang hanya bisa menemukan dalam situasi hening. Seorang teman mengatakan kadang suatu ide muncul saat pada saat asyik nongkrong di WC, ada yang bisa mendapatkan ide kalau ia berada di keheningan tanpa suara apapun. Ide baru bisa datang apabila kita menemukan suasana yang baru, dialog dengan orang lain, browsing internet, membaca majalah,buku,koran dan lain-lain. Intinya adalah sebanyak mungkin kita menyerap informasi dan mengasah pikir maka momentum itu bisa didapatkan. Wangsit ada dimana-mana tidak hanya di keheningan gua atau hutan, buku dan internet juga bisa menjadi wangsit. Satu contoh pengalaman pribadi saya adalah, manakala menghadapi masalah dalam pekerjaan yang berkaitan dengan komputer, saya copy paste error log atau pesan kesalahannya ke mesin pencari google, dan saya lihat satu persatu hasilnya…. dan “AHA” , akhirnya ketemu solusinya.

One Response to “Menemukan “Wangsit””

  1. genthokelir says:

    yang tidak sampean tulis tentang aha adalah
    AHA ITU DIA LEWAT UHHH BODYNYA SEXSI BENER
    JAIAKAKAKAK

Leave a Reply

You must be Logged in to post comment.

© 2014 tukangsapu.web.id |Knowledge Sharing. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.