Suka Duka Kolam Koi Dari Terpal

Jika terlanjur suka apapun bisa dilakukan, itulah kalimat yang bisa digunakan untuk menggambarkan keinginan saya menyalurkan kegemaran memelihara Koi. Walaupun belum level penggemar kelas berat tapi keinginan itu begitu kuat, walau hanya berbekal keinginan yang kuat akhirnya jadi juga kolam koi ala kadarnya seperti yang sudah saya posting pada tulisanĀ  terdahulu. Ada banyak pengalaman yang ingin saya bagi barangkalai ada manfaatnya bagi penghobi koi dan ikan pada ruang yang terbatas. Sukanya jelas setiap hari jadi punya keasyikan memberi makan dan menikmati koi-koi berenang di dekat rumah.

Hal yang cukup menguras waktu dan tenaga adalah mengenai sistem filter, sistem filter sering bongkar pasang karena tidak cukup representatif. Bulan pertama air berwarna hijau bikin tidak sedap dipandang mata, walau sudah ganti air sebagian setiap hari tetap saja berwarna hijau. Meski sebenarnya air hijau tidak selamanya jelek bagi ikan koi. Ganggang yang menjadi penyebab air hijau justru baik bagi warna ikan Koi, meski pada malam hari ikan akan berebut oksigen dengan Gangang. Jika Oksigen cukup tidak masalah.

Problem kedua adalah pompa, dalam tulisan terdahulu, pompa harus mampu mengalirkan sejumlah 50% Volume Kolam /Jam. Ternyata dalam pengalaman ini belum cukup, sehingga harus ganti pompa yang lebih besar flow rate-nya, paling tidak dalam satu jam harus bisa mengalirkan air satu kolam.

Problem ketiga adalah aerator, penambahan aerator cukup penting bagi suply oksigen untuk Koi. Indikasi Koi kekurangan oksigen dalam air adalah nafsu makan menuurun,. Indikasi yang mudah, perhatikan Koi pawa waktu pagi habis subuh jika megap-megap di atas permukaan air berarti kurang oksigen.

Problem Keempat adalah rangka yang rentan dimakan rayap jika memakai kayu. Rayap akan senang memakan rangka jika kondisinya lembab dan bersentuhan dengan tanah.

Berikut Perkembangan Koi dari waktu ke waktu yang sempat diabadikan:

1. Koi Saat 6 Bulan
Warna Air sangat Hijau meski setiap hari diganti air sebagian, kemungkinan karena filter yang kurang bagus dan pompa yang kurang besar. Selain itu karena posisi nak terpalĀ  terkena sinar matahari terus menerus.



Koi 6 Bulan Pada Air Hijau

Koi 6 Bulan Pada Air Hijau




2. Penambahan Filter Dan Bakki Shower DIY Dengan media seadanya. Penambahan Bakki Shower dengan keranjang plastik, media bakki shower digunakan batu karang. Bakki Shower yang aslinya merupakan Hak paten Momotaro Koi Farm. Bisa lihat di sini mengenai Bakki Shower.



Sistem Filter dan Baki Shower

Sistem Filter dan Baki Shower



4. Setelah kurang lebih 2 minggu ditambah Bakki Shower DIY ala Kadarnya, air bisa lebih jernih. Masih ragu apakah karena penambahan Bakki shower atau karena bersamaan dengan mulai turun hujan.



Setelah +/- 7 Bulan,air lebih Jernih

Air Lebih Jernih Setelah Pake Bakki Shower DIY



5. Saat 9 Bulan ukuran 25 s/d 35 cm, lepas ke Kolam Lumpur



Setelah Usia 9 Bulan lepas ke Kolam Lumpur

Setelah Usia 9 Bulan lepas ke Kolam Lumpur, Bak Terpal tidak kondusif lagi



One Response to “Suka Duka Kolam Koi Dari Terpal”

  1. utha says:

    Misi mas, mau nanya pernah buat kolam terpal menggunakan bottom drain ga yg dihubungkan ke filter rakitan dgn 4 chamber? klo pernah mohon sarannya mas cara pembuatannya gimana? tks b4

Leave a Reply

You must be Logged in to post comment.

© 2014 tukangsapu.web.id |Knowledge Sharing. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.