Geliat Kabupaten Pemekaran Mengejar Ketertinggalan:Catatan Perjalanan Ke Kab. Buol

Pantai Di antara Buol-GorontaloTidak pernah terfikirkan oleh saya menginjakkan kaki di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Mendengar namanya saja rasanya saya baru beberapa bulan terakhir ini. Keputusan untuk berangkat ke Buol hanya empat hari sebelum keberangkatan. Kabupaten Buol merupakan sebuah kabupaten Pemekaran di Sulawesi Tengah yang baru dibentuk sekitar tahun 1999. Sebagai kabupaten Muda di Pulau Sulawesi memang masih banyak yang harus dibenahi agar bisa mengejar ketertinggalan dengan kabupaten lain di Indonesia. Semula Kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Buol Toli Toli. Ibukota Buol Berada di Kecamatan Lipunoto yang berada di tepi laut. Dari pusat perkantoran ke pantai tidaklah terlalu jauh, dengan jalan kakipun tidak melelahkan. Di sebelah Timur Buol berbatasan dengan Provinsi Pemekaran Gorontalo.
Stadion Kuonoto
Hal yang cukup rumit adalah perjalanan Menuju Kabupaten Buol. Dari Jogjakarta Untuk menuju Kabupaten Buol Bisa dilakukan melalui Kota Palu. Dari Palu Ke Buol bisa ditempuh dengan jalan udara dengan pesawat Casa 212 Merpati yang berkapasitas 18 penumpang, dengan jadwal penerbangan satu minggu sekali setiap hari selasa. Lama perjalanan dengan pesawat ini kurang lebih satu jam. Walaupun kita sudah pesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya, tetapi kalau ada pejabat Pemda yang akan naik pesawat, kita harus mengalah tidak bisa naik pesawat. Alhamdulillah setelah hampir ter-cancle naik pesawat ini karena ada rombogan anggota DPR akhirnya berhasil dapat tiket juga. Alternatif lain adalah perjalanan darat dengan mobil rental yang memakan waktu kurang lebih 17 jam dari Palu. Itupun kalau lancar, kalau hujan jalanan becek bahkan tanah longsor akan memakan waktu lebih lama lagi. Dari Palu Bisa ditempuh melalui pantai barat dan timur, untuk perjalanan ini saya belum sempet mengalaminya.

Casa 212 Merpati Di Bandara Pogogul

Buol sebagai Kabupaten muda sebenarnya menyimpan potensi kekayaan alam yang cukup besar yang tersebar di 11 kecamatan. Wilayahnya didominasi oleh laut dan pegunungan. Maka tidak heran jika ikan menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat. Kecamatan Lipunoto merupakan pusat Kabupaten Buol, yang berada di tepian laut. Ketinggian dari permukaan laut hanya 11m. Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan di Buol dengan model PIR. Selain itu ada beberapa pertambangan biji besi dan Batu Bara yang sedang dala tahap eksplorasi. Pertambangan emas tradisional juga sudah berjalan di Kecamatan Paleleh maka tidak heran jika masyarakat di daerah ini lumayan lebih maju dibanding daerah lain. Yang menjadi hambatan dari Kabupaten ini adalah infrastruktur jalan penghubung antar daerah satu dengan daerah lain. Selain jalan yang naik-turun pegunungan juga banyak yang rusak karena memang struktur tanah yang labil. Komunikasi telepon seluler/kabel dan listrik juga menjadi kendala tersendiri. Hampir bisa dipastikan listrik sering mati karena pasokan BBM yang sangat terbatas. Salah Satu pelayanan masyarakat adalah Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil. Untuk mengurus KTP atau Akta Kelahiran semua harus diurus di Kantor Capil. Masing-masing kurir kecamatan mengantar dan mengambil berkas kependudukan setiap beberapa hari sekali. Kalau ingin selesai dalam waktu cepat maka warga harus datang sendiri ke Kantor Capil yang jaraknya dengan Kecamatan terjauh (Kecamatan Paleleh)  sekitar 50 Km. Itupun dengan jalan yang tidak mudah. Dengan kendaraan sendiri bisa ditempuh dalam waktu 4-5 jam perjalanan. Maka Tidak heran kalau pegawai Kantor Capil yang rata-rata berusia muda harus kerja 24 Jam secara bergantian untuk menyelesaikan KTP.

Pelabuhan Leok Di Paleleh

Perjalanan pulang dari Buol sebenarnya bisa dilakukan melalui Palu dengan pesawat atau rental mobil seperti saat datang. Tetapi saya lebih memilih untuk menggunakan perjalanan darat melalui Gorontalo. Yang konon jarak lebih dekat melalui Gorontalo, sekitar 12-15 jam perjalanan darat. Dari Buol Ke Gorontalo kita akan disuguhi pemandangan pantai dan gunung yang sangat indah. Tidak terhitung berapa lama saya harus berhenti untuk menikmati keindahan alam dan mengambil gambar. Selain panorama yang indah sempat pula saya mendorong mobil karena tejebak tanah yang becek pada jalanan naik. Selain itu sempat pula saya harus berhenti hampir satu jam untuk menunggu jembatan kayu yang sedang diperbaiki karena rusak. Perjalanan yang luar biasa bagi saya. Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan selama 15 jam akhirnya sampai di Gorontalo dan kembali ke Jogjakarta esok harinya.

More Pic :

http://fajar.uii.net.id/gallery/main.php?g2_itemId=56

33 Responses to “Geliat Kabupaten Pemekaran Mengejar Ketertinggalan:Catatan Perjalanan Ke Kab. Buol”

  1. […] Geliat Kabupaten Pemekaran Mengejar Ketertinggalan:Catatan Perjalanan Ke Kab. Buol […]

  2. yayat says:

    mas..minta foto2 waktu ke buol dong dikirim ya di yat_men2@yahoo.co.id atau hub..081227585662

  3. Geliat Kabupaten Pemekaran Mengejar Ketertinggalan

    Ohh thanks admin

  4. Yusrin says:

    Salam kenal dan salam jumpa saya kepada teman-teman yang sudah mempromosikan daerah buol lewat internet.saya putra asli daerah buol sangat berterimahkasih dengan ditampilkannya Profil daerah Buol yang mengejar ketinggalan untuk itu saya minta foto-foto daerah buol dikirim di email saya yusrin

    tukang Reply:

    Salam kenal Juga Pak/Mas. Untuk foto sebagian sudah saya upload di sini http://fajar.uii.net.id/gallery/main.php?g2_itemId=56
    Untuk yang lain coba saya cari dulu di folder2 saya.

  5. debby maria says:

    Puji syukur kepada Tuhan YME karena sudah ada profil Kab. Buol di internet… Kab. Buol Jaya Selalu… Dan Akan Selalu ada dihati masyarakatnya…. By PPs. Studi Pembangunan UKSW – Salatiga Jawa Tengah… STISIPOL Mujahidin Buol

  6. alman says:

    mas….. boleh minta fotox waktu kebuol termasuk kawasan tinombala…sy polhut dari kabupaten buol… salam kenal mas…

  7. tukang says:

    Salam kenal juga Mas. Good Luck dengan Tugas-tugasnya di Hutan Buol. Untuk Foto2 saya upload di link di atas mas. Untuk Kawasan Tinombala mohon maaf tidak ada foto menarik yang bisa saya abadikan, karena kebetulan saya melintas pada malam hari sehingga tidak bisa mengambil banyak gambar.

  8. aldhy says:

    salam kenal dari saya moga bissa balik lagi ke buol

    tukang Reply:

    Salam Kenal Juga Mas

  9. Alin says:

    Salam kenal mas…makasih banget da mau nyempatin nulis tentang kab. Buol. saya minta foto yang ada daerah paleleh-nya ya. kalau ga ngerepotin di kirim ke mahdalis@yahoo.co.id

  10. ardi says:

    ass…salam kenal dari saya, saya ardi putra buol asli yg smntra mnimbah ilmu di gorontalo sblmya terima kasih yg sebesar-besaryna atas pa yg sdah d tuliskn di atas…..

  11. rennilia nita says:

    ass..halo nama saya reni..saya baru saja diterima ptt di kab.buol ini..berangkat insyaallah 1 juni nanti..saya benar2 tidak punya gambaran tentang buol..saya asli sumatera (tepatny bengkulu) dan tinggal di tangerang,banten..mohon petunjuk ya teman2..thx b4..wass

    tukang Reply:

    Selamat Bertugas Mbak Reni, Pengabdian dan Ilmu Anda Sangat dibutuhkan Masyarakat di sana

  12. zul says:

    mas…………

  13. zul says:

    mas jalannya gimana??????
    bagus gk?

    tukang Reply:

    Bagus tidaknya relatif Bung, Menurut saya Dari Palu Ke Buol atau Gorontalo Buol jauh dari Layak untuk sebuah Jalan Profinsi.

  14. nebo says:

    buat donk jalan yg tersingkat or tercepat ke buol, spy bs pulang kampung terus

  15. nebo says:

    sy orang macazzart asli tp menikah dgn putra daerah buol, mgkn nanti akan ikut pindah kesana, smoga sy bs diterima mhn dukungannya ya…………

  16. nebo says:

    bunobogu yes???

  17. nebo says:

    gmn p’kmbangan demox

  18. nebo says:

    bupatix msh bs dipertahankan ?

  19. Jalalludin Muhammad Akbar says:

    Ak punya kisah cinta dengan orang buol,,,,,,,tapi kini kandaz,sangat sedih sekali 🙂

    tukang Reply:

    Ada-ada saja Mas Jalalludin ini, Jangan sedih tetap sabar, semoga menjadi pelajaran yang berarti dan dapat ganti yang lebih baik.Amin.

    Jalalludin Muhammad Akbar Reply:

    Assalamuallaikum,
    Duh terima kasih mas tanggapanya…Oh saya mau tanya.lebih dekat lewat plau atau gorontalo klo saya mau kebuol…
    1. boleh saya tahu biaya nai pesawat dari Palu ke Buol
    2. klo sewa rental mobil berapa,,?
    3. klo polsek buol itu dkt tidak dgn kab.buol?

    saya tunggu jawabannya
    Saya butuh informasinya maz,,,,081807284704
    Terima Kasih, Wassalam

    Jalalludin Muhammad Akbar Reply:

    FB sya Jalalludin Muhammad Akbar Syah..nanti kita berteman ya maz…..saya sangat tertarik dgn kisah maz ini terutama tentang BUOL,,:)

  20. Jalalludin Muhammad Akbar says:

    Assalamuallaikum,
    Duh terima kasih mas tanggapanya…Oh saya mau tanya.lebih dekat lewat plau atau gorontalo klo saya mau kebuol…
    1. boleh saya tahu biaya nai pesawat dari Palu ke Buol
    2. klo sewa rental mobil berapa,,?
    3. klo polsek buol itu dkt tidak dgn kab.buol?

    saya tunggu jawabannya
    Saya butuh informasinya maz,,,,081872084704
    Terima Kasih, Wassalam

  21. Rusdi saadia says:

    saya orang asli buol , buol bisa maju kalo bupatinya tidak koruptor seperti sekarang !

  22. faradilla jasin says:

    kebetulan tnggal d buol…hi everybody..kalian bsa menanyakan apa sj,,smoga bsa d jwb..mksh bwt yg sdh muat profil ttg Buol..SALAM

  23. Thi-unk says:

    Wow.. Menarik Sekali.. Kebetulan selasa tgl 23 Nov Saya akan ke buol.. dng pesawat casa.. semoga bisa menjadi perjalanan yang Menarik. dan mungkin untuk pulang saya lebih memilih lewat gorontalo.. Trima kasih infonya Pak..
    Salam..

  24. fadly says:

    thkss…, sdh mengnalkan buol…, mdahn bsa mnjadi motivasi buat pemerintah kab. buol., untuk meningkatkan kualitas perkembangn buol…

  25. Hariyanto S. Auna says:

    Aku anak paleleh yang cinta dengan panoramo paleleh….yuk kita majukan daerah paleleh kita,

  26. suwarno says:

    assalamu’alaikum wr sb,
    saya beserta keluarga datang ke kabupaten buol dari gorontalo melalui darat kami menggunakan mobil rental karena anggota keluarga cukupa banyak kami munggunakan 2 buah mobil, tujuan kami adalah mengantar anak kami mengadu nasih anak kami untuk menjadi pns di kabupaten buol. kami berangkat dari gorontalo tanggal 16 desember 2010 pukul 13.00 waktu setempat rute yang kami lalui adalah gorontalo-isimu-kuandang-boluila kami sampai di boluila pukul 16.00 kami mampir sebentar di famili yang ada di boluila sekitar 1 jam, kondisi jalan cukup bagus hanya beberapa titik jalan yang amblas.
    pukul 17.00 kami melanjutkan perjalanan menuju paleleh, selepas tolinggula jalan berkelok dan berbukit dengan kondisi jalan yang sangat parah ditengah kegelapan malam kami menerobos jalanan yang gelap gulita (ini kali pertama keluraga kami melintas di jalan ini), pukul 01.00 kami sekeluarga sampai di paleleh kami memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di paleleh, kami merencanakan pukul 06.00 melanjutkan perjalanan ke buol, kondisi jalan sangat parah ditambah dengan kondisi alam yang berbukit, namun pemandangan sepanjang perjalanan sangat mengesankan dengan suasana pantai yang indah membuat perjalanan ini tak membosankan. perjalanan dari paleleh sampai ke buol ditempuh dalam waktu kurang lebih 5 jam. kami sesuai rencana langsung menuju kantor bupati buol untuk mengkonfirmasi test cpns yang akan dilaksanakan pada hari sabtu, 18 Desember 2010 namun dengan penuh kecewa anak kami dinyatakan gagal dalam seleksi administrasi, kami sekeluarga merasa kecewa tapi setelah merenung sebentar kami berpendapat ini adalah kehendak allah swt, manusia diharuskan berikhtiar allah swt yang menentukan. dari satpol pp kami diberi tahu bahwa saat itu bapak dari bupati buol lagi anfal/koma, kami berencana menjenguk namun setelah dibicarakan dengan anggota keluarga disimpulkan bahwa sebaiknya tidak menjenguk, kami mencari mesjid terdekat untuk melaksanakan sholat jum’at.
    setelah sholat jum’at dilanjutkan dengan makan siang sebagai upaya untuk mempertahankan stamina karena akan melanjutkan perjalanan pulang ke gorontalo.
    untuk sebuah kabupaten yang telah berdiri sejak lebih dari 10 tahun yang lalu, saya kalo boleh berpendapat masih banyak yang harus dilakukan terutama infrastruktur jalan penghubung khusus dari buol paleleh gorontalo.
    sekitar pukul 13.00 kami sekeluarga meninggalkan buol pulang kembali ke gorontalo, dengan modal pengalaman yang diperoleh saat ke buol kami sekeluarga melaju dengan sedikit santai dengan menikmati keindahan pesisir pantai yang indah perjalanan pulang terasa mengasikan, kami tiba di boluila sekitar pukul 18.00 kami singgah kembali ke famili kakak ipar kami ka lalo, kami dijamu dengan ikar bakar yang ueenaak karena perut lappaar. setelah makan dan melepas lelah sejenak pukul 19.00 kami melanjutkan perjalanan ke gorontalo, singkat cerita dengan mengucap syukur alhamdulillah kami kembali di gorontalo dengan selamat pada pukul 22.00.
    mengingat foto-toto selama perjalanan masih di bandung pada kesempatan ini belum kami sertakan.
    wassalam…

Leave a Reply

You must be Logged in to post comment.

© 2014 tukangsapu.web.id |Knowledge Sharing. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.