RSS Pojok UKM

RSS Berita Ponsel&Gadged

RSS Seputar Koi

RSS Cycling News

RSS Harian OLahraga

Categories

Friends

Add to Technorati Favorites

 

Development and Growth Blogs - Blog Catalog Blog Directory



Seandainya Listrik Di-manage Ala Internet

By tukang | April 21, 2008

Bagi pembaca yang tidak berlatar belakang IT, barangkali agak sedikit bingung memahami judul di atas. Tetapi jangan khawatir saya akan mencoba untuk memberikan gambaran yang semoga mudah difahami. Sudah terlalu sering kita mendengar, membaca dan menyaksikan berita di media massa baik cetak maupun elektronik, bahwa PLN akan mengadakan pemadaman listrik secara bergilir di beberapa daerah. Ada beberapa macam alasan mengapa hal tersebut perlu dilakukan. Yang pertama berkaitan dengan minimnya cadangan BBM yang mensuplai generator. Yang kedua maraknya pencurian listrik sehingga pada saat peak time beban menjadi sangat besar, yang dikhawatirkan akan merusakkan peralatan yang mahal harganya, dan masih ada alasan lainnya. Pengandaian saya bermula dari alasan yang kedua.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak sekali dilakukan pencurian listrik baik dilakukan kelas kecil-kecilan atau kelas besar. Yang semua itu tentu berimbas pada melonjaknya beban yang harus ditanggung oleh perangkat listrik PLN. Dari sini saya berandai-andai jika output Listrik PLN bisa dikontrol dari sebuah ruangan dengan perangkat atau software tertentu, yang tidak memungkinkan untuk dicuri atau paling tidak kalau bisa dicuri hanya bisa dilakukan oleh orang dengan keahlian khusus, tentu pencurian tidak akan seperti sekarang ini.

Di dunia IT, sebuah komputer bisa terkoneksi Internet, apabila ia terhubung secara fisik baik melalui kabel, wireless dan lain-lain. Selain terhubung secara fisik , secara logik ia juga harus terhubung melalui serangkaian protokol/aturan yang disebut TCP/IP. Secara logik komputer tersebut harus memiliki alamat(IP address yang sudah ditentukan oleh Providernya). Dari Provider Bandwidth internet akan mengalir, dan Provider bisa mengontrol berapa kapasitas Bandwidth yang mengalir ke Komputer tersebut. Meskipun secara fisik terhubung jika secara Logik tidak terhubung/dikonfigurasi atau dikonfigurasi secara sembarangan maka koneksi Internet tidak akan bisa mengalir ke komputer tersebut. Selain itu Provider bisa memonitor aktifitas yang dilakukan oleh pengguna pada komputer tersebut.

Berbeda dengan Listrik PLN, Jika secara fisik sudah terhubung ke suatu node, maka sudah bisa seseorang menikmati aliran listrik. Dari sini dengan mudahnya seseorang melakukan pencurian listrik. Seandainya peralatan listrik dibuat seperti model internet tentu akan lebih aman dari sisi itu. Meskipun dari sisi investasi mungkin akan lebih besar. Dengan demikian tidak perlu lagi ada pemadaman bergilir dengan alasan overload kapasitas pada saat peak time. Jika terjadi overload cukuplah menurunkan kapasitas pada pelanggan yang diketahui menggunakan listrik secara berlebihan via software secara remote. Kalau model sekarang pengurangan atau penambahan dengan mengubah pada perangkat MCB secara fisik, yang tentu akan menyulitkan jika perubahan bersifat sementara. Ini sekedar ngoyo woro saya, semoga menjadi pemicu untuk melahirkan gagasan baru yang lebih bermutu.

 

No related posts.

Topics: opini | 1 Comment »

One Response to “Seandainya Listrik Di-manage Ala Internet”

  1. totok_kelir Says:
    May 3rd, 2008 at 5:38 pm

    “memang yang satu ini beda”
    Sangat menarik satu wacana yang dilontarka mas Gunawan dalam hal ini nampak kepedulian beliau dalam keadaan lingkungan sekitar dan keseluruhan

    hal yang anda paparkan sebenarnya bukan sesuatu yang tidak mungkin tapi adalah memang hal yang patut untuk di pertimbangkan untuk MANAGE nya
    sebenarnya sudah bukan rahasia lagi kalo sekarang di indonesia marak sekali pencurian listrik ,sebenarnya hal itu terjadi dari dulu .cuman knapa masalah itu mencuat kini itu kapan2 kita bahas ( kayak politisi aja hahahah )
    sebenarnya technologi filtering,monitoring dll yang Support sekali untuk menghindari pencurian listrik itu ada dan banyak cara mas namun yang kita tanyakan seberapa seriuskah PLN dan pemerintah untuk menangani hal tsb dan kenapa technologi diluar sana kok tidak diterapkan disini
    menurut saya untuk melakukan management seperti wacana yang anda paparkan bukan beralasan mahalnya infestasi ,karena berapapun infes yang di keluarkan pasti akan kembali
    tapi yang harus dipertimbangkan adalah seberapa efektif hal itu terjadi yang disini berhadapan dengan moral bangsa yang ntbone PENCURI.komplek sekali dan kita memang harus menyadari bahwa di akhir akhir ini apapun DIPOLITISIR.apakah kita sadar bahwa wacana yang dimunculkan untuk listrik itu benar atau hanya alasan politik nah itu yang kita perlu cermati juga .karena hal itu tidak akan terjadi bagi bahasa seorang TECHNOKRAT masalah cadangan BBM dlsbg itu kan bahasa seorang BIROKRAT
    sedang alasan pencurian listrik tersebut sebenarnya kita juga harus cermati SIAPA yang mencuri kalo rakyat yang mencuri seberapa banyak,kalau dibanding perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan pelku juga berhubungan dengan tanda ?
    bagi seorang yang matang dalam Tecnologi Energi di Indonesia banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk menangkis atau menepis alasan kekurangan cadangan BBM dll pokoknya menurut saya kalo memang alasanya pemadaman karena kekurangan suply BBM trus maraknya pencurian dianggap sebagai alasan itu cuma bahasa politik tapi kita juga harus pahami bahwa sesuatu yang terjadi yang kita harapkan adalah eses baiknya
    yang bisa membingungkan lagi mas
    DI negara yang hebat tecnologi nya dan orangnya juga pandai2 seperti jepang yang pernah saya kunjungi kenapa mereka tidak menggunakan tecnologi anti pencurian listrik padahal orang2 disana juga pintar untuk mengAkali mencuri dengan tecnologi cuman kenapa disana tidak ada pencurian
    jawabnya :MENTAL DAN BUDAYA yang luhur
    hahahahaha ini cuma suaranya WONGSO ( wong ndeso)
    komplit koment

    Reply

Comments