Membangun Streaming Radio Sendiri Dengan Shoutcast

Streaming radio memang bukan teknologi baru, namun aplikasi ini masih cukup banyak diimplementasikan oleh banyak orang. Bahkan semakin banyak stasiun radio yang berekspansi merambah streaming radio. Streaming radio memungkinkan jangkauan siaran radio semakin luas, tidak hanya dalam lingkup sempit seperti halnya keterbatasan frekuensi FM yang dipakai banyak stasiun radio.

Salah satu yang sering dipakai sebagai server streaming radio adalah Shoutcast. Shoutcast bisa berjalan pada sistem berplatform Windows maupun Unix/Linux. Cara kerja Streaming radio dengan shoutcast ini adalah DNAS( Distributed Network Audio Server) menerima broadcast dari source yang berasal dari winamp dan Shoutcast source DSP Plugin. Selanjutnya broadcast ini akan diteruskan ke pendengar lewat internet.

Langkah-langkah Membangun streaming radio dengan shoutcast adalah sebagai berikut:
Linux/Unix Platform
1. Download winamp dan Shoutcast source DSP Plugin. Lalu install pada komputer yang akan dijadikan sebagai penyedia audio streaming. Asumsinya ini berbeda dengan Komputer yang akan dijadikan DNAS.
2. Download DNAS dan ekstrak
Untuk menjalankan Shoutcast adalah bisa di-run ./sc_serv sedangkan konfigurasi secara default berada pada file sc_serv.conf.
Shoutcast bisa dijalankan multiple server streaming dengan membuat beberapa file konfigurasi yang berbeda, misalnya sc_serv-1.conf, sc_serv-2.conf dan seterusnya. Yang perlu menjadi catatan setiap konfigurasi harus memiliki port yang berbeda.

Item-item yang perlu dikonfigurasi antara lain :

Max User
Jumlah maksimal user yang diijinkan untuk mendengarkan streaming audio secara simultan. Ini penting untuk dipertimbangkan karena berkaitan dengan kapasitas bandwidth yang dimiliki. Misalnya streaming kita set 24 kbps maka jika di set max user 10 maka pada saat ada 10 pendengar secara simultan akan memerlukan bandwidth 240 kbps.
Password
Password yang dipergunakan untuk melakukan broadcast ke server, bukan password untuk pendengar.

PortBase=8000
Port yang dipergunakan oleh DNAS, defaultnya adalah 8000.

“LogFile”
“RelayServer”
“RelayPort”
“PublicServer”
“RealTime”
“ScreenLog”
“IntroFile”
“AutoDumpUsers”
“DestIP”
“SrcIP”
“AutoDumpSourceTime”
“BackupFile”
“Yport”
“BanFile”
“RipFile”
“AdminPassword”
“AllowRelay”
“AllowPublicRelay”
“ListenerTimer”
“WebLog”
“TchLog”
“Sleep”
“Unique”
“W3CLog”
“W3CEnable”
“CleanXML”
“RIPOnly”

Testing Streaming Radio

Setelah instalasi dan konfigurasi selesai dilakukan, saatnya melakukan test streaming radio. Untuk melakukan testing streaming radio buka browser dengan url http://ipataudomain:port, kemudian klik listen. Contoh http://streamingku:8000, atau langsung membuka url tersebut pada pemutart audio misal winamp, windows media player dan lai-lain.
Selain itu kita bisa melihat statistik server streaming via url tersebut berupa informasi statistik, ban IP dan lain-lain.
Agar user tidak perlu ribet membuka program pemutar audio, kita bisa mengintegrasikan streaming audio melalui pemutar audio dengan Flash, sehingga ketika Link streaming audio diintegrasikan pada web tinggal klik saja.

Leave a Reply

You must be Logged in to post comment.

© 2014 tukangsapu.web.id |Knowledge Sharing. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.