Penyakit Batuk Pada Anak-Anak

Batuk Pada AnakMeski batuk merupakan penyakit¬† yang lazim terjadi pada anak-anak, tentu setiap orang tua akan resah dan sedih jika buah hatinya terserang penyakit ini. Penyakit batuk dan pilek yang biasa terjadi pada anak-anak adalah karena influensa. Jika penyakit ini menyerang tentu akan ada efek lain pada anak-anak kita diantaranya nafsu makan berkurang, tidak bisa tidur nyenyak. Efek lebih jauh berat badan menurun dan pertumbuhan anak terganggu. Batuk yang lebih serius lagi adalah yang lazim disebut dengan batuk flek atau TB pada anak. Entah ini sebuah istilah yang tepat atau tidak. Karena dari informasi yang saya peroleh mengenai istilah ini ternyata menjadi perdebatan. Saya sendiri bukan seorang dokter atau ahli kesehatan, saya hanya seorang ayah yang pernah mengalami “Anak saya divonis terkena Flek”.

Saya ingin berbagi pengalaman ini semoga bermanfaat bagi bapak/ibu yang memiliki anak kecil. Sebelum saya berbagi mungkin beberapa link berikut bisa dibaca terlebih dahulu. Atau bisa mencari literatur lain.

http://wrm-indonesia.org/index2.php?option=content&do_pdf=1&id=979

http://www.mail-archive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg01137.html

Kekhawatiran itu sebenarnya sudah ada semenjak lama. Anak dari teman, saudara banyak yang divonis terkena flek dan harus menjalani pengobatan selama berbulan-bulan bahkan ada yang sampai 18 bulan.  Saya dan isteri sangat khawatir kalau anak saya juga seperti itu. Satu kali, dua kali terkena batuk Alhamdulillah hanya batuk biasa. Menyedihkan bagi saya dan isteri lama kelamaan batuk pileknya semakin sering, walau kami sudah berhati-hati mencegahnya. Boleh dikatakan baru satu minggu sembuh sudah batuk lagi,alhasil berat badan anak tidak beranjak naik walau menurut buku KMS masih diatas normal. Akhirnya setelah anak berusia dua tahun kami memeriksakan ke dokter anak. Tidak seperti jawaban-jawaban dokter pada pemeriksaan sebelumnya kami harus melakukan tes radiologi untuk anak kami, karena dari indikasi-indikasi berat badan tidak naik, batuk terlalu sering, ada benjolan pada bagian bawah kepala kemungkinan anak kami terkena flek.

Singkat cerita ternyata hasil tes radiologi pada paru-paru anak saya terdapat bintik yang disebut flek. Lemas dan gundah rasanya mendengar itu. Membayangkan paling tidak 6 bulan anak kami harus minum obat.Kata DSA secara teoritis flek paling cepat baru sembuh setelah pengobatan enam bulan.  Pernah terfikir untuk mencari pengobatan alternatif, namun belum ada kemantapan. Akhirnya saya yakinkan isteri saya untuk megikuti saran dokter. Kita hargai profesionalitas dokter, toh dokter juga memiliki alasan untuk itu jadi tidak usah cari-cari alternatif lain yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Begitu kira-kira saya yakinkan isteri saya walau berat 6 bulan berlalu dengan pengobatan, tiap pagi selepas bangun tidur dan belum makan apa-apa harus sudah dimasuki obat yang teramat pahit.

Enam bulan berlalu dan anak kami menjalani tes radiologi kembali, walau sudah ada perbaikan ternyata masih harus melanjutkan pengobatan selama 4 bulan lagi. Sebenarnya kami hampir stop melanjutkan pengobatan, tetapi jika distop dan ternyata malah semakin buruk, tentu harus mengulangi lagi dalam waktu yang lebih lama. Akhirnya 4 bulan waktu tambahan pengobatan kami lalui. Alhamdulillah setelah genap 10 bulan selesai sudah masa “penjara” minum obat bagi anak kami dan dokter menyatakan sudah sembuh. Indikasi lain berat badan mulai naik dan nafsu makan sudah mulai baik. Yang menyenangkan bagi kami setelah 10 bulan tersebut anak saya jadi lebih tahan tidak terkena batuk pilek. Entah karena pengobatan tersebut atau karena hal lain. Kata Dokter hal lain yang membantu penyembuhan adalah pemberian Asi ekslusif sangat berpengaruh besar terhadap kekebalan tubuh anak. Anak saya memang diberikan Asi ekslusif, sampai-sampai sulit untuk dikasih susu formula.

Ditengah Pro dan Kontra mengenai Batuk Flek pada anak, saya pernah mengalami memilih untuk mengikuti terapi dokter dengan alasan profesionalitas profesi. Walaupun banyak masukan untuk mencoba beberapa alternatif. Entah mana yang benar, semoga dunia kedokteran dan kesehatan semakin maju dan akurat dalam menganalisa masalah. Karena saya percaya profesionalitas.

7 Responses to “Penyakit Batuk Pada Anak-Anak”

  1. eric says:

    Anak saya juga pernah mengalami flek, dan baru sembuh sekitar sepuluh bulan.

  2. HODIJAH says:

    BATUK ITU MENULAR DARI MANA ASALNYA BATUK

  3. nani santoso anton says:

    anak saya juga sering batuk usianya baru 11 bln. tapi mudah2an bkn batuk flek ya.. walaupun bb nya blm betmbh tiga bln terakhir ini. ada tanda 2 lain tdk selain ini

    tukang Reply:

    Untuk Pastinya sih Cek saja Bu Ke Laboratorium. Kalau tidak salah sekarang Pemerintah ada fasilitas cek Flek gratis di Puskesmas-Puskesmas. Semoga Putra/Putri Ibu Tidak terkena flek.

  4. Eddy Lee says:

    Anak saya setiap masa bangun tidur mesti batuk sekejap lepas tu tak ada lagi tak kira masa siang tidur atau waktu malam bangun tidur tetap sama. Boleh saya tahu ini pengyakit atau perkara biasa.

  5. nurli says:

    anak saya 5,5 tahun sudah 3 minggu batuk pada malam hari sekitar pukul 2 atau 4 malam… siang hari batuk kecil saja, tapi kalau malam hari batuk terus menerus bahkan sampai muntah dan susah bernafas… kami sudah ke dokter anak dan minum obat tapi masih batuk..apakah ini juga gejala flek paru, tapi di bawah kepalanya tidak ada benjolan, tidak panas dan tidak flu..
    apakah ini alergi cuaca,di tempat kami hawa dingin…
    sebelumnya tak pernah batuk sampai 3 minggu..

  6. daril says:

    waktu saya masih kecil saya pernah di fonis penyakit flek lalu saya di beri obat yang harus di minum sekitar 1,5 tahun lamanya
    mungkin gak yah klo sekarang saya sudah sembuh

Leave a Reply

You must be Logged in to post comment.

© 2014 tukangsapu.web.id |Knowledge Sharing. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.